Wujud Realisasi MOU STKIP-PGRI Lubuklinggau dengan UIN Raden Fatah Palembang, Gelar Kuliah Umum

Lpmcemerlang.com, STKIP-PGRI Lubuklinggau – Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP-PGRI) Lubuklinggau gelar kuliah umum di Aula Handayani STKIP-PGRI Lubuklinggau, Senin (17/02). 

Kuliah umum ini mengangkat tema “Teori Metodologi Penelitian Sejarah dan Aksara Sumatera Sebagai Salah Satu Budaya di Indonesia”, acara ini di buka Ketua STKIP PGRI Lubuklinggau H. Rudi Erwandi yang di wakilkan oleh ketua Wakil Ketua 2 Dr. Yohanes Satinem, M. Pd dan dihadiri Ketua Jurusan IPS Ira Miyarni, M. Hum, Ketua Prodi pendidikan sejarah Yeni Asmara, M.Pd, dosen Prodi Sejarah Ratna Wulan Sari, M. Pd, Sarkowi, M. Hum, Agus Susilo, M.Pd, Isbandiyah, M.Pd dan mahasiswa/i aktif Prodi Sejarah.



“Foto Bersama Dosen Pendidikan Sejarah, Wakil Ketua 2 dan Narasumber”

Secara keseluruhan acara berjalan dengan baik dan lancar, kuliah umum diisi dengan dua narasumber yakni, Dr. Nor Huda Ali, M.Ag.M.A. dan Dr. Wahyu Rizki Andifani, S.S, M.M. Pada saat berlangsung kuliah umum tersebut pemaparan materi dari narasumber dan di buka juga sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber.

Baca Juga  FOTO : Hari Pertama Pengaktifan Kembali STKIP-PGRI Lubuklinggau

Dalam sesi tanya jawab, Nor Huda mengatakan bahwa mahasiswa pendidikan sejarah juga harus memahami metodologi penelitian sejarah, walaupun program studi nya pendidikan sejarah.

“Penting mengetahui metode mengajar dan metode mendidik satu titik juga mahasiswa/i harus juga memahami metodologi penelitian sejarah, itu penting,” katanya.

Kemudian ketua Prodi Pendidik Sejarah, Yeni Asmara,M. Pd mengungkapkan bahwa ini merupakan bentuk realisasi Mou antara STKIP-PGRI Lubuklinggau dengan UIN Raden Fatah Palembang.




“Wujud kongrit nya yaitu dengan melaksanakan kuliah umum yang bertemakan Teori Metodologi Penelitian Sejarah dan Aksara Sumatera Sebagai Salah Satu Budaya di Indonesia dan di ikutin semua mahasiswa Prodi Sejarah,” ungkapnya.

(Ahmad Oviko) 

Berita Terkait ⚡️

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Copas !!