Pemuda Ujung Tombak Perubahan


Oleh : Sarkowi, M.Hum/Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP-PGRI Lubuklinggau. 

Hari sumpah pemuda sebagai peringatan untuk mengenang peristiwa Kongres Pemuda II yang setiap tahun diperingati di tanah air mengingatkan kita betapa penting dan besarnya kiprah pemuda dalam gelanggang sejarah.

Dalam konteks dunia pembawa perubahan besar dan sejarah kepahlawanan hampir selalu dilakukan dan diperankan oleh para pemuda. Dalam Al-Qur’an tampil Nabi Ibrahim as menantang keangkuhan raja Namrud adalah seorang anak muda, kezaliman Fir’aun Ramses II diakhiri oleh Nabi Musa as seorang anak muda. Begitu juga cerita Ashabul Kahfi yang mengisahkan tujuh pemuda yang tetap tegar dalam keimanan menantang kelaliman penguasa pada zamannya. Bahkan hampir semua para Nabi dan Rasul yang Allah utus rata-rata dari kalangan pemuda.


Dalam perjalanan sejarah dunia, para penakluk-penakluk pemberani juga banyak berada ditangan para pemuda. Alexander the Great atau yang dikenal sebagai Iskandar Zulkarnain, penakluk barat dan timur adalah seorang pemuda berusia 24 tahun. Penakluk Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih adalah seorang pemuda yang berusia 23 tahun. Bahkan pendobrak kehidupan primitif di Jazirah Arab dan dunia adalah seorang Nabi dan Rasul yang dibarisannya terdiri dari para pemuda yang selanjutnya juga tampil sebagai para penakluk dunia.

Dalam konteks perjalanan sejarah di tanah air, peran pemuda juga tercatat telah mengambil peran penting dalam memperjuangkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Kita mengenal angkata ’28’ yang diinisiasi dan peran oleh para mahasiswa dan pemuda sehingga menghasilkan Keputusan Kongres yang saat ini dikenal sebagai hari Sumpah Pemuda. Selanjutnya Angkatan ’45’ dan ’66’ juga banyak dilakoni oleh para pemuda dan mahasiswa, begitu juga untuk mengakhiri otaritarian dinasti Orde Baru juga ditumbangkan oleh para pemuda dan mahasiswa.

Melihat realitas sejarah, baik dalam konteks dunia maupun skala tanah air, para pemuda dapat dikatakan sebagai ujung tombak perubahan dan kebangkitan menuju kehidupan yang dicita-citakan. Oleh sebab itu menjadi bahan renungan para pemuda dan mahasiswa hari ini adalah apa yang telah diperbuat untuk dapat mengeluarkan Indonesia dari berbagai keterpurukan. Agar ke depan Indonesia yang sejak dahulu dikenal sebagai bangsa yang besar dan negeri yang memiliki kekayaan yang melimpah ini betul-betul dapat berdiri di atas kaki sendiri tanpa didikte oleh kepentingan-kepentingan asing.


Tulisan Opini/Artikel ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi lpmcemerlang.com

Baca Juga  Skin Care Bumi | Puisi

Berita Terkait ⚡️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Copas !!