Hubungan Ekonomi Indonesia – Amerika Serikat Dalam Menyongsong, SDG’S 2030

Oleh : David Soha- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP-PGRI Lubuklinggau

Sustainable Development Goal’s atau tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan suatu gebrakan yang disahkan oleh forum Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) secara aklamasi oleh 193 negara anggota PBB. Dokumen ini menggantikan Millenium Development Goal’s yang sudah berjalan berakhir sampai Desember 2015. Tentunya SDG’s sebagai agenda pembangunan global yang ditargetkan hingga tahun 2030 dapat mampu mencapai setiap goals yang telah disepakati dalam agenda ini. 


Berdasarkan info dari CNBC Indonesia, Agenda Platform tujuan pembangunan berkelanjutan ini memuat 17 tujuan dan terbagi menjadi 169 target untuk menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih baik. Tentunya misi yang sangat besar ini bisa dicapai dengan percaya diri oleh setiap negara apabila setiap negara memiliki hubungan harmonis dalam mencapai tujuan ini. Adapun tujuan dari SDG’s 2030 ialah sebagai berikut : 1) Tanpa kemiskinan, 2) Tanpa kelaparan, 3) Kehidupan yang sehat dan sejahatera, 4) Pendidikan berkualitas, 5) Kesetaraan gender, 6) Air bersih dan sanitasi layak, 7) Energi bersih dan terjangkau, 8) Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, 9) Industri, inovasi, dan infrastruktur, 10) Berkurangnya kesenjangan, 11) Kota dan komunitas berkelanjutan, 12) Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, 13)Penanganan perubahan iklim, 14) Ekossitem laut, 15) Ekosistem daratan, 16) Perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, 17) Kemitraan untuk mencapai tujuan.

Dari 17 tujuan di atas tentunya misi ini sebagian negara bisa mencapainnya hingga 2030. Setidaknya sebagai target yang berkemasan global serta memiliki nilai positif di setiap negara yang ada di seluruh penjuru dunia, walaupun ada juga beberapa misi yang sulit untuk dicapai. Namun, ada hal yang sangat menarik dari tujuan – tujuan tersebut, ialah di point ke-17 yang isinya “Kemitraan untuk mecapai tujuan”. Apabila di definsikan sebagai suatu tujuan yang menyatakan pentingnya kerjasama antar negara untuk mencapai beberapa tujuan dalam agenda pembangunan global ini. Secara khusu dari negara kita sendiri, Indonesia. Sudah sebatas manakah Indonesia bermitra dengan beberapa negara untuk mencapai SDG’s 2030 ? Ataupun sebatas suatu kerjasama yang bersangkutan dengan goal’s daripada SDG’s 2030.. Terutama hubungan Indonesia dengan negara adidaya Amerika Serikat dalam bidang ekonomi saat menyongosong SDG’s 2030. 

Indonesia dan Amerika Serikat sebenarnya sudah lama bermitra dalam bidang ekonomi, terhitung sejak Indonesia di era Soekarno sudah bersahabat baik dengan John F Kennedy Presiden Amerika Serikat. Hal itu untuk mencapai dan kesepakatan kerjasama dalam berbagai bidang termasuk untuk pembangunan ekonomi di Indonesia yang masih rendah pada zaman tersebut. Walaupun nanti di fase ke depannya terjadi sejarah kelam antara Indonesia dan Amerika Serikat, dari ketidakstabilan politik Indonesia yang disinyalir ada campur tangan Amerika Serikat setelah Presiden John F Kennedy meninggal dunia. Sehinga ketidakstabilan itu mampu kerusuhan di Indonesia dengan ending Presiden Indonesia beralih ke tangan Jendral Soeharto. Setelah itu perusahaan Amerika Serikat PT. Freeport menjalin kontrak dengan Indonesia untuk mengolah dan menambang emas di timur Indonesia tepatnya tanah Papua. Singkat cerita dari beberapa literatur banyak mengungkapkan Soeharto sebagai bapak pembangunan Indonesia akibat banyak pembangunnan dalam era-nya. itu disebabkan kerjasama dengan asing terutama Amerika Serikat. Namun, Indonesia sedang tidak baik-baik saja, banyak terjadi kejanggalan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Mulai dari korupsi keluarga Soeharto, hutang negara sangat membengkak, dan akhirnya pada setelah reformasi semuanya terungkap bahwa dari hubungan Indonesi dan Freeport yang dahulunya sangat baik dikarenakan Indonesia hanya mencapai 9,36 persen dari pemilikan negara , dan banyak yang beranggapan bahwa Amerika Serikat memanfaatkan Indonesia saja dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. 

Setelah reformasi arah kiblat ekonomi sudah menggeser dari Amerika Serikat, terutama dalam masa era kepemimpinan Jokowi pada saat ini sudah menggeser ke arah negara China, yang pastinya bahwa kedua negara itu sedang menguasai pasar ekonomi global saat ini. Amerika Serikat dan China sudah bersaing untuk merayu Indonesia, karna Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi terutama memiliki SDA yang sangat besar. Namun, Indonesia sudah banyak bekerjasama dengan China yang berkaitan dengan pembangunan Infrastruktur, pembangunan manusia, hingga Indonesia perbanyak impor dari China. Hal itu membuat Amerika Serikat memiliki posisi agak kurang dekat dengan Indonesia, apalagi setelah kepemimpinan Donald Trump yang memiliki kebijakan yang banyak merugikan negara-negara Asia. Namun, dengan masih banyaknya perusahan-perusahaan Amerika Serikat berdiri di Indonesia, hubungan ekonomi tidak akan terlepas begitu saja. 


Persaingan Global tentunya dak bisa dihindari, dalam menyongsong SDG’s 2030 ini masih ada hubungan Indonesia dan Amerika Serikat di dalam Ekonomi, baik dalam perusahaan-perusahaan Amerika Sterirkat yang ada di Indonesia. Seperti perusahaan makanan, ritel (market), teknologi, distribusi, minyak dan gas, dan masih banyak lagi yang pastinya pengaruh positif dalam bidang ekonomi di Indonesia. Perusahaan ini menarik investor dari asing untuk berinvestasi di Indonesia. Tentunya menambah pundi-pundi pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan memiliki keterkaitan dengan tujuan SDG’s dalam bidang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Diantaranya, memanfaatkan tenaga kerja Indonesia untuk mengurangi pengangguran yang berdampak positif mengentaskan kemiskinan, semakin cepat mencapai kesejahteraan sesuai dengan target di dalam SDG’s 2030. Dengan meningkatkan pedapatan perkapita Indonesia melalui pekerjaannya atau kerjasamanya dengan perusahaan asing seperti perusahaan-perusahaannya Amerika Serikat mengakibatkan pendapatan perkapita rakyat Indonesia, justru menumbuhkan perkonomian di Indonesia. Kita tahu bahwa kestabilan ekonomi di setiap negara mampu mempengaruhi sosial politik yang lebih baik dan semakin mudah mencapai target SDG’s 2030. 

Sesuai dengan isi daripada tujuan di dalam SDG’s 2030 sangat memiliki hubungan erat di dalam 17 tujuannya itu, terutama dalam tujuan bermitra terhadap negara lain untuk mencapai agenda itu hingga 2030. Saya sangat sepakat bahwa ekonomi sangat berpengaruh dalam projek pembangunan berkelanjutan agar mampu tercapai. Amerika yang sudah lama berkontrak dengan Indonesia dengan menginvestasi berbagai perusahaan di Indonesia ialah suatu bentuk bermitra untuk menumbuhkan laju ekonomi di Indonesia , dan memiliki keterkaitan dengan nawacita SDG’s 2030 yang bersifat global. Ekonomi yang baik di Indonesia mampu membangun infratstruktur dan membangun manusia menjadi lebih baik dan mencapai target pembangunan berkelanjutan ini. Apalagi bila disandingkan dengan cita –cita Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045, yang pada saat ini pemerintah fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul untuk mencapai cita-cita itu. Misi Indonesia ini serupa dengan SDG’s 2030, berartinya Indonesia tidak menganggap sebelah mata tujuan global dari PBB tersebut. Beberapa upaya telah dilakukan, termasuk bermitra dengan negara lain terutama Amerika Serikat.

Tulisan Opini/Artikel ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi lpmcemerlang.com

Baca Juga  Pemuda Ujung Tombak Perubahan

Berita Terkait ⚡️

1 Comment

  1. Hi,

    You know it’s true…

    Your competition just can’t hold a candle to the way you DELIVER real solutions to your customers on your website lpmcemerlang.com.

    But it’s a shame when good people who need what you have to offer wind up settling for second best or even worse.

    Not only do they deserve better, you deserve to be at the top of their list.

    TalkWithCustomer can reliably turn your website lpmcemerlang.com into a serious, lead generating machine.

    With TalkWithCustomer installed on your site, visitors can either call you immediately or schedule a call for you in the future.

    And the difference to your business can be staggering – up to 100X more leads could be yours, just by giving TalkWithCustomer a FREE 14 Day Test Drive.

    There’s absolutely NO risk to you, so CLICK HERE http://www.talkwithcustomer.com to sign up for this free test drive now.

    Tons more leads? You deserve it.

    Sincerely,
    Eric
    PS: Odds are, you won’t have long to wait before seeing results:
    This service makes an immediate difference in getting people on the phone right away before they have a chance to turn around and surf off to a competitor’s website. D Traylor, Traylor Law
    Why wait any longer?
    CLICK HERE http://www.talkwithcustomer.com to take the FREE 14-Day Test Drive and start converting up to 100X more leads today!

    If you’d like to unsubscribe click here http://liveserveronline.com/talkwithcustomer.aspx?d=lpmcemerlang.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Copas !!